Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Rabu, 28 Desember 2011

Malam Sebelum Natal

    Malam sebelum Natal, menyusuri jalan-jalan kota, St. Yosef mencari tempat bagi sang Bayi; Bunda Maria menanti, begitu lemah-lembut, begitu pasrah. Anak-anak berbaring di tempat tidur mereka; Orang-orang dewasa tak peduli,  “Tidak ada tempat,” kata mereka; Bahkan penjaga penginapan pun mengusir mereka, St. Yosef bertanya-tanya,  adakah tempat bernaung?

     Terpikir olehnya gua-gua di sisi bukit, “Mari kita ke sana,” kata Maria, “di sana tenang dan sunyi.” Sinar bulan di sela turunnya keping-keping salju lembut, menerangi jalan di mana kaki-kaki yang lelah melangkah; Dan di gua, dalam buaian jerami, Juruselamat kita dilahirkan pada hari Natal yang pertama! Bapa menyaksikan dari Surga tinggi, diutus-Nya malaikat-malaikat, para utusan cinta-Nya. Lebih cepat dari gerak rajawali, para malaikat terang berhimpun, penuh sukacita dan semangat mendengar nama mereka disebut. “Mari Kerubim, Mari Serafim, Mari Rafael, Mikhael dan Gabriel; Terbanglah ke bumi, dimana umat-Ku tinggal, wartakan kabar sukacita kedatangan Putra-Ku.”

    Para gembala menjaga kawanan domba mereka malam itu, tiba-tiba tampaklah kepada mereka langit benderang oleh terang surgawi. Para malaikat meyakinkan, janganlah kalian takut, Natal telah tiba, kata mereka; Juruselamat telah dilahirkan! Bergegas mereka mendapatkan Dia, namun langkah terhenti di ambang gua, hingga Maria mengundang mereka untuk menyembah Dia. Ia dibendung rapat dengan lampin, dari kepala hingga kaki, tak pernah para gembala melihat bayi begitu mungil dan manis! Tak diucapkan-Nya sepatah kata, tapi para gembala mengerti, Ia mengatakan rahasia dan memberkati mereka pula; Dengan lembut mereka meninggalkan Dia, Sang Bayi yang terbaring dalam palungan, sukacita memenuhi hati mereka di hari Natal yang pertama. Terdengar oleh Maria, sorak-sorai sementara mereka mendaki bukit, “Kemuliaan bagi Allah di tempat Tinggi, dan damai bagi mereka yang berkenan kepada-Nya!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar