Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 17 Agustus 2011

Pengampunan yang tanpa batas.

Kuasa Doa hari ini merefleksikan Injil Matius 18:21-19:1 dengan thema: ” Pengampunan yang tanpa batas“. Thema ini diangkat sehubungan dengan jawaban atas pertanyaan Petrus kepada Yesus tentang pengampunan, dan berapa kali seseorang itu harus mengampuni. Mengenai hal ini Yesus menjawab:” Bukan tujuh kali, tetapi tujuh puluh tujuh kali”. Dengan kata lain, kita harus mengampuni sesama tanpa batas. Dalam doa “Bapa kami”, kita mendaraskan “ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Karena Allah telah memberikan ampun kepada kita atas dosa dan kesalahan kita, maka kita juga harus mengampuni mereka yang bersalah kepada kita.
Yesus mengampuni
Ajaran ini terkadang tidak diterima oleh umat manusia. Umat manusia terkadang lebih suka mengumbar napsu. Dan hukum yang berlaku adalah “gigi ganti gigi dan mata ganti mata”. Artinya segala kekerasan harus dilawan dengan kekerasan. Ajaran Yesus yang kontroversial itu adalah ” Kekerasan harus dilawan dengan kebaikan, dalam hal ini adalah “pengampunan”. Banyak orang bangga kalau bisa mengumbar caci maki, syukur-syukur musuhnya bisa celaka. Mereka terasa sangat puas, karena musuhnya tak berdaya lagi. Oleh karena itu dikatakan bahwa banyak ajaran Yesus yang berseberangan dengan apa kata dunia. Jika kita mau jujur kita harus mengakui betapa Yesus telah memberikan fasilitas hidup rohani yang sangat berlimpah, dan semuanya gratis, tidak ada yang bayar. Namun demikian tidak semua juga terbuka hatinya bahwa apa yang disampaikan oleh Yesus itu bermanfaat untuk hidup rohani mereka. Tidak hanya menentangnya, tapi bahkan menolak-Nya mentah-mentah. Yesus telah memberikan contoh teladan hidup yang tiada duanya, baik hidup secara duniawi atau secara rohani. Yesus tidak cacat cela sedikit pun. Sosok Yesus telah memberikan segala kepada manusia demi kasih-Nya. Balasan apakah yang dapat kita berikan kepada Yesus? Yesus tidak mengharapkan balasan dalam bentuk harta duniawi, tetapi Yesus mengarapkan “pertobatan” dari manusia. Pertobatan adalah kata yang sungguh menyenangkan bagi Tuhan.
“Pengampunan yang tanpa batas” harus kita resapkan dalam hidup ini sebagaimana Yesus telah ajarkan kepada kita. Dengan cara ini pula, kita terus diajarkan untuk mengasihi sesama. Pengampunan adalah aplikasi dari hukum kasih itu. Demikian refleksi bathin hari ini, semoga bermanfaat, Tuhan berkati.-**
Doa,
Bapa surgawi, mampukan aku untuk terus mengampuni yang bersalah kepadaku tanpa batas, amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar